Minggu, 16 April 2017

Merawat Sepi

 Merawat sepi,

Banyak merenung diri...

Menemukan seseorang yang mampu membaca diri kita untuk mengevaluasi diri itu tidak mudah.

Yang mudah ditemukan sebagian orang yang menilai diri kita dari sejenak kedipan matanya. Sekilas memandang, sebagian kecil melihat, selintas mendengar namun seolah persepsinya menyeluruh paham dan mengenal utuh diri kita....'



               Entah mungkin pergeseran jaman...

Lebih banyak sebagian orang yang mudah berprasangka. Tanpa tabayyun, mudah saja menerima doktronisasi dan provokasi kebencian terhadap seseorang.

Mengutip pak Ridwan Kamil,

Semoga kita terbiasa berdialog dengan kejernihan pikir bukan kebencian hati karena kurang informasi

Semoga aku, kamu, kita dijauhkan dari segala prasangka sebagian orang dari pergeseran jaman.


Butuh teman untuk bercermin, membawa kebaikan dan saling memberi kebahagiaan yang sederhana.


-- Ruang Jeda, 14 April 2017--

Salam kalem,

 







Intermezzo Hati





Intermezzo hati.. Cek hati...

Lagi-lagi merasakan beda...
Dunno why..
Dunno what..
Kuhanya bisa membolak-balik lembaran buku yang rasanya ku tak kan pernah tamat membacanya... Sedang perasaan terus mencari celah pintu logika, ia ingin terdefinisikan...
Dalam-dalam kuhelakan nafas.
Jangan sampai kataku membuat lubang luka bagimu...
Maka ku katakan sekedar yang ku ketahui.
Bulat-bulat sudah kutelan prasangka.

Ah, pahit memang...
Daripada harus terus meniupkan prasangka.
Lalu kubersembunyi diantara kata maaf pemakluman manusia.
Aku dzalim padamu...

Semarak malam, sekedar cerita bukan fakta..

Salam,

Senin, 20 Februari 2017

Senarai Hati Jingga

Sejenak manjakan hati,

Melepas bebas dari segala kepenatan, problems, dan kebosanan.
Ternyata hidup bukan hanya bagaimana cara mengatasi masalah bahkan sekedar berlari-lari dari kepenatan, mencari jeda mengambil nafas serta melepas tawa dari kebosanan, karena sejatinya masalah ialah tiada terputus dan berkesudahan. Berakhirnya ia  adalah awal kedatangannya yang baru.

Tetapi hidup adalah bagaimana mengelola hati, mengelola diri untuk meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja, selama doa dan usaha terus tertiti tiada henti...



Tersenyum saat penat menusuk-nusuk seluruh waktu, membesar-besarkan hati saat keadaan serba menghimpit sempit-sempitnya akalmu. Yakin Allah bersamamu, melihat usaha-usahamu, mendengar luruh doa-doamu, dan yakin Allah akan memudahkan urusanmu...

Mari sejenak manjakan diri, manjakan hati,
beri kepercayaan pada si hati, bahwa  “Everythings will be okay!”

Neva give up, Ut! \(^o^)/

Senarai Hati Jingga
Mampang, 20 Februari 2017
Ruang Utami, 19.35 WIB

Salam super untuk hati yang tangguh,


My First Love

Jika mendengar dua kata tersebut tentu bayangan kita mengingatkan pada lagu yang popular oleh Nika Costa... My First Love.

Hari ini, menjelang senja, 05122011.
“Bu, siapa first love ibu?”, tanya beberapa siswa.
“Ibu dan ayah..”, jawabku sambil senyum.
“Loh qo bukan orang yang ibu suka?”
“Mereka ibu suka, sangat suka dan lebih daripada suka.. Ibu cinta”.

Beberapa dari mereka langsung heboh menyalahkan serta  ribut mengolok-olok teman dengan first love yang menandakan jatuh cinta atau kekasih pertama...
Mereka dan umumnya orang mengartikan ‘first love’ adalah s o m e o n e yang telah membuat hati kita bergetar, dag-dig-dug tak karuan, panas dingin bila dalam jarak berdekatan serta tergugup hebat saat bertatapan dengannya. Dengan nama lain, prosesi jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam hidup,
itulah f i r s t l o v e....


Iya, saya paham betul pengertian itu sedari dulu dan sempat pernah menjadi korban first love pria-pria konyol yang mengirimi saya surat merah jambu..

Back to topic,
“Lalu siapa first love ibu? Orang yang ibu suka dari lawan jenis ibu?”, desak mereka.
Saya tidak menjawabnya, saya hanya tersenyum dan berlalu....
Membuat mereka kecewa bertanya-tanya.

Karena hal itu adalah kisah lama....

First love saya adalah lelaki sahabat saya sewaktu kelas 1 SMA yang membuat sahabat sekitar selalu tertawa bila berkumpul dengannya.. Dari dulu hingga sekarang tipe pria humoris dan intelek adalah prioritas saya untuk bisa menjatuhkan hati... Lelaki itu yang sekarang menjadi dokter dan pendiri sekolah. Lelaki yang masih bersahabat dan menghargai perasaan saya hingga saat ini... J

Pun, saya adalah korban first love seorang pria yang saat ini ‘serius’ dengan saya. First love yang ia simpan bertahun-tahun lamanya, mengendap di dasar hatinya.
“Bagaimana rasanya mendapatkan seorang fisrt love?”, tanyaku pada priaku hari ini melalui pesan singkat setelah mendapat pertanyaan first love dari siswa. –sms-
“Sulit dijelaskan kebahagiaannya. Hanya ingin mendekapmu, supaya kamu tahu rasanya.”, jawab priaku saat ini. -sms-

Tetapi untuk saat ini, saya hanya ingin merubah mind set anak-anak untuk tidak memikirkan jauh-jauh tentang cinta umumnya layak anak dewasa. Saya hanya ingin mengarahkan pada mereka bahwa betapa cinta itu adalah universal, tidak hanya untuk lawan jenis. Cinta itu banyak, ada di sekitar kita tanpa kita sadari keberadaannya. Dan keberadaan cinta yang paling dekat namun kita sering lupakan adalah cinta kita pada ibu dan ayah.
Bagaimana kita harusnya berterimakasih pada ibu juga ayah yang senantiasa menghibahkan segala cintanya pada kita. Setiap hari, jam, menit dan detik. Tiada batas waktu, sampai kapanpun. Dalam keadaan musim panas, dingin, keadaan kesulitan ataupun kebahagiaan mereka senantiasa tiada pernah lelah menjaga , menemani, mengayomi, membesarkan serta memberi jaminan kenyamanan hidup untuk kita. Jadi, alangkah tepatnya bila seharusnya jatuh cinta pertama, kita mengalamatkannya pada sosok ibu dan ayah kita yang berada di rumah. 

Wanita cantik, lembut, dan sabar itu adalah ibu... Ibuku juga ibumu...
Terimakasih ibu, engkau wanita hebat sejagat!

Lelaki tangguh, ganteng dan tegas itu adalah ayah. Ayahku juga ayahmu..
Terimakasih ayah.. engkau pria kuat dan hebat sealam!

We love you always.
May Allah always loves and protects you!
Ruang Utami, 05122012.

 22.00WIB. ˆˆ


Repost from my lost blog...
Mampang, 20 Februari 2017

Salam cintah pertamaahhh,

Minggu, 19 Februari 2017

Lelaki Itu, Akhirnya...

Sebelumnya aku ucapkan terimakasih banyak kepada suamiku yang telah mengijinkan aku (kedua kalinya) untuk memposting kisah ini...
Ku repost tulisanku ini dari salah satu blogku yang hilang. Ternyata beberapa file artikelku rapi tersimpan dalam netbookku… ^___^


Kamis, 24 November 2011.

Tepat pukul 15.34Wib, aku mengambil posisi duduk di pojok angkutan kota Krukut-Pondok Labu.
Ku melirik jam tangan, memastikan waktu bahwa aku tidak akan telat datang ke suatu tempat ku harus mengajar sore di daerah pinggir kota Jakarta Selatan. Dering sms pun berbunyi, tertuliskan pesan permintaan darurat harus segera sampai. 
Ku pandangi jam tangan sekali lagi lalu kulepas dan kumasukkan ke dalam tempat pensil, "keburu qo..". Ku letakkan kembali, lalu menutup tas.
 Tiba-tiba refleks mataku tertuju pada seorang lelaki yang melintas di depanku (posisi belakang mobil angkutanku). Ternyata dia masuk mobil yang sama denganku. Dan sekali lagi, ternyata....

Allah saat itu mengabulkan doaku...
Doaku setahun lalu,
Untuk aku dipertemukan lagi dengannya.

Lelaki itu, akhirnya...

 -------------------------------------------------------------------------------------------------
 6 tahun lalu,
Setiap hari selama kurun waktu 4 tahun, aku dan dia berada pada 1 bus yang sama Mayasari AC 84 jurusan Depok-Rawamangun. Keluar dari bus kami pun menumpangi angkutan kota (angkot)  yang sama lagi, Depok-Parung. Hampir setiap hari bersamaan.
Seperti biasa, aku adalah salah satu perempuan yang memiliki sifat cuek (naudzubillah kata teman mah) yang pernah ada. Kalo gk kenal banget bisa gk senyum sama sekali, gk mau lihat orang lama-lama.

Pun begitu tingkahku di bus. Wanita selalu mendapatkan tempat duduk dalam bus kota (kalau gk dapet duduk pun bisa jadi duduk atas rasa sadarnya lelaki yang menawarkan tempat duduk kepada wanita, 2 jam lebih perjalanan membuat wanita tampak payah jika harus berdiri), dan aku selalu dan pasti tertidur pulas dalam bus.
Jika tidak, aku berdiri selama perjalanan dan berbicara keras-keras seperti toa jika kebetulan pulang bersama konde mayong... Seperti bus isinya cuma kami berdua. Rame berdua, berisik berdua.
Aku sering berpapasan dengan lelaki itu dalam bus, aku duduk dia berdiri di depanku, dan aku selalu cuek dan selalu bisa tidur dalam keadaan apapun..hee
Aku adalah perempuan yang cepat akrab dengan siapapun, supel begitu sahabatku bilang. Tapi ntah untuk lelaki ini aku takut sekali menyapanya (sering aku yang membuka pembicaraan dengan siapapun, mungkin itu adalah keahlianku, menghangatkan suasana, membuka pembicaraan.). Ntahlah, aku tak berani. Mungkin dia pun sama, karna setiap berpapasan dengannnya, aku tak pernah sedikipun menyunggingkan senyum. Flat.
Maka, habislah 4 tahun itu aku tak pernah kenal siapa lelaki itu, sekedar mengetahui siapa namanya, ia mengambil jurusan apa dan rumahnya di Depok mana aku tak tahu. Seperti tak ada ruang untuk bersahabat dengannya. Tidak seperti teman-teman yang lain yang akrab denganku dari hasil berkenalan di bus baik lelaki ataupun perempuan. Namanya teman seperjalanan.

Aku yakin, dia ingat betul aku.

Lulus Juni, aku tak pernah melihatnya lagi.
Setahun kemudian. Saat aku dipanggil interview dan microteaching di sekolah A, aku bertemu dengannya, ternyata dia sudah menjadi guru di sekolah A tsb. Kami berpas-pasan di lantai 2. Seperti biasa aku hanya (berlagak) cool, gk senyum, dan dia mengamatiku. Saat itu dalam pikiranku, “Eh, dia kan yang 1 bus. Inget gk ya?” mungkin keraguan lelaki itu ingat atau tidak padaku, membuatku urung untuk bertegur sapa. Takut malu kalau salah. Mungkin dalam pikiran lelaki itu pun sama. Tapi dari sini aku merasa bersalah sekali. Sering bertemu tetapi aku selalu menunjukkan wajah tak ramah. Aku berdoa setelah pulang, Ya Allah, kayaknya saya salah tidak pernah menyapanya dan tak ramah. Semoga di lain hari ada kesempatan bertemu bisa menjadi lebih ramah dengannya.

Tetapi akhirnya aku menandatangani kontrak menjadi guru di sekolah C.
Setahun berlalu....
Aku berada di sekolah M, sekolah adikku, aku ada keperluan dengan Kepala Sekolah M.
Aku melihat lelaki itu lagi. Apa dia guru adikku? Sebenarnya dia guru apa?
Bila melihatnya di kampus perkiraanku adalah dia mahasiswa sastra Arab didukung dengan penampilannya yang kalem dan sopan.

Akh ntahlah...

(Back to dalam angkot)

Aku tahu, aku sedang diamati lelaki itu.
Aku tahu apa yang sedang dipikirkan denganku pastinya sama.
Aku tahu, aku bingung bagaimana bertegur sapa.
Dan aku tahu, aku hanya ingin diam.
Angkot berhenti, lelaki itu turun. Angkotnya diam, mungkin menunggu penumpang yang dari kejauhan terlihat ingin menumpang angkotku.
Aku beranikan diri melihat lelaki itu.

Dan, lelaki itu akhirnya... tersenyum padaku, lalu menganggukkan kepalanya.

Aku kaget, tetapi aku berhasil menyempatkan diri membalas dengan anggukkan kepala dan senyuman. Dan akhirnya angkot berlalu.

Alhamdulillah, ternyata pertemuan dengannya merupakan salah satu doaku yang terkabul.
Alhamdulillah juga, akhirnya bisa membuka ruang “pertemanan” di antara kami walau tidak sepenuhnya benar berteman.
Sabtu esok, aku harus melakukan tes ujian di sekolahnya, sekolah adikku. Akankah bertemu lagi dengannya??? Semoga bisa menjadi sahabat. Satu almamater rasanya aneh tak saling berteman.



@Ruang Ceria, office. 25112011
Selamat Hari Guru Nasional.

Mari cerdaskan putra-putri Indonesia! \(^__^)/

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Repost menyemarakkan malam, mengumpulkan kenangan yang berserak,
Mampang, 20 Februari 2017

Salam hangat,




Kamis, 16 Februari 2017

Love Easy Death



Love is easy death
though poison doesn’t contaminate your heart,
If you behave your love as a pendulum,
Your love’ll swing like repetedly everafter…

                                                                           --by  MJU-- 



Rabu, 25 Januari 2017

Considering The Yearn




あなたの土地では、
雪は、減殺することはできません
季節は本当に停止はないから。
あなたの心とは、多分のように、
あなたの愛は、もう完全ではない、
あなたが欠場し続ければ。

by : マタハリ ジンガ ウタミ


Anata no tochi de wa,
Yuki wa, gensai suru koto wa dekimasen
Kisetsu wa hontōni teishi wa naikara.
Anata no kokoro to wa, tabun no yō ni,
Anata no ai wa, mō kanzende wa nai,
Anata ga ketsujō shi tsuzukereba.

by :  Matahari Jingga Utami


Elegi Buat Jingga

Sinar redup cinta tak hidup.
Sirna cinta benci terasa.
Luka hati tersembunyikan duri.
Perih teriak jantung hilang berdetak...


 
Tidaklah tidak cinta..

Kala kusebut namamu dalam setiap doa-doaku yang lugu....
Kala kuselipkan rindu di ujung asa ketidakberdayaanku....
Kala ingin kugugat jarak dan waktu yang membelenggu...
Namun, seuntai ucapmu telah melepasku ke jurang suramnya kalbu,
Rona hati yang tak secerah dulu....
Lepaslah sudah pita ikatan tertarik rontaanmu...



Duhai Jingga...

Sekalah air matamu sendiri,
berdirilah sekarang sendiri,
nyanyikanlah lagu sedih hingga hatimu lupakan perih....
Lantunkan senandung elegi....
Elegi buat Jingga...


by. MJU

Rindu _ Spasi Jarak

Cinta menunduk bukan karna ia malu,
Bukan tercampak seperti bunga layu,
Tetapi karna cinta terlarang untuk merindu…

Sungguh,
Cinta tampak tak sesempurna warna,
Tak jua indah sempurna,
Namun bias merona dalam terang purnama,
Menghantar senyummu dekat di depan mata
Yang menawan rindu menjadi candu sketika…

Lalu kini apa maunya hati?
Menjerit-jerit tak mengenali diri..
Menangisi cinta di pelupuk hati terjeda spasi,
Merawati rasa siang dan malam terkian sepi,
Dan lalu mengelupasi hari,
Menyayat diri hingga ke serat-serat nadi…

Berharap segera kau di sini, di sisi…



When love surrender, it doesn’t mean shy…
It doesn’t look like a drooping flower
It is because the forbidden feeling to point..

In fact,
Love doesn’t look as perfect as a colour
Neither does the beauty
The light in the full moon.
Take your smile to close my eyes..
And your smile, can change the longing into a fondness..

Now, what does the heart want?
Suddenly, it screams unrecognizably,
Fill the love close into a ladder heart..space...
Keep the daylight and quite night then shed the day,
Slash alone till the tight pulse...
Longing space distance....

Rindu _Spasi Jarak
by. MJU



Cemburu Mengintip!

Cemburu pertanda sayang,
mungkin perhatian yang dimaui terbilang kurang sedang perhatianmu ia anggap berlebih pada orang..

Cemburu bisa jadi sedang ingin disayang,
merasa diabaikan sejauh mata memandang, atau sebait cinta yang kau ungkap tak membuatnya mabuk kepayang.

Namanya juga cinta, selalu ingin hanyut tenggelam dalam buaian kasih sayang..


Ya, sejatinya cinta berjalan beriring cemburu.
Tak jarang cemburu mengintip disetiap saat cinta sedang tumbuh.
Ditaburkannya bumbu gejolak emosi di atas loyang cinta..
Pahit, asam, manis, letupan-letupan emosi, memperkaya rasa cinta.

Cemburu sungguh Maha Dahsyatnya...

Tatkala hati mulai meniupkan prasangka.
Hati seketika menjadi bara.
Dan bara membumihanguskan cinta.
Pohonpun mampu terbakar tatkala Aisyah menyentuhnya dengan rasa cemburu.
Begitu dahsyatnya rasa nyeri karena cemburu
Siapa yang tahu hatimu keras menjerit-jerit pilu..

Tersebab itu, mungkin  tanpa bumbu cemburu, kualitas rasa dan kadar cinta menjadi hal dipertanyakan...??
Adakah cemburu mengintip cintamu??

-Matahari Jingga Utami-





...dan ia tak sekedar datang mengintip bahkan ia diam-diam datang mencekik cintaku.

Salam panas panas panas..hati ini..uooohhh,



Heart Solution

Bismillahirrahmaniirahiimm,,

Ketika masalah besar menghampiri, memang ada kalanya kita ingin selalu menepi, menyendiri. Tapi itu tidak berartikan untuk menghindari, tetapi untuk berpikir tenang sejenak, membaca situasi kondisi, mencari solusi, lalu maju melangkah kembali.

5  pelajaran penting kugores hari ini dalam diariku, dari fluktuasi hatiku yang tidak menentu…

Dan aku berhasil membuat semua itu berlalu...

1. Bag big bug!! Jatuh kedebag in big lalu gebug! jatuh di lubang big problem lalu gebug big problem tsb biar kempes, kelar!! Hadapi masalah itu. Bicarakan baik-baik dengan kepala dingin, buka hati, bicara dari hati ke hati  hingga tuntas.


2. ABC, ambil yang baik, buang yang buruk, ciptakan 'sesuatu' yang baru dan terbaik.
Setiap masalah tidak semua membawa keburukan, ia menyimpan kebaikan-kebaikan di dalamnya, lalu renungi hikmahnya, apa yang mesti kita ambil pelajaran baiknya, kita buang keburukan2nya, lalu kemudian buat sesuatu solusi baik bahkan jika bisa yang terbaik agar tidak lagi masalah datang karena keburukan-keburukan kita yang kian bertambah.

3. Bandung BDG, be the best, do your best, n' get success..!!
Usai masalah, kamu tahu kekuranganmu, dari sana berusahalah memperbaiki kualitas diri, tunjukkan perubahan dirimu yang lebih baik dengan melakukan yang terbaik. Insha Allah kesuksesan mengevolusi diri mengiringi langkahmu.

4. Piano, problem iki 'ra ono. Lupakan atau tepi kan lah masalah yang ada, akan mendekatkan kembali hubungan. Tidak mengungkit-ungkitnya kembali.

5. Diamlah untuk memulai bijak.
Ketika kemarahanmu memuncak, redakanlah dengan diam sejenak. Diam menyelamatkan mulut, hati dan pikiran burukmu. Agar tak keluar dari mulutmu hanya kata-kata kebencian, keegoisan, tuduhan-tuduhan, dan prasangka buruk yang nantinya akan melunturkan kekuatan dan keyakinan hati, serta mengacaukan dan mengeruhkan pikiran.
Seperti penggalan Chicken Soup yang saya kutip di bawah ini:
Hati-hati dengan PIKIRAN-PIKIRANmu, karena akan menjadi KATA-KATAmu. 

Hati-hati dengan KATA-KATAmu, karena akan menjadi TINDAKAN-TINDAKANmu. 

Hati-hati dengan TINDAKAN-TINDAKANmu, karena akan menjadi KEBIASAAN-KEBIASAANmu. 

Hati-hati dengan KEBIASAAN-KEBIASAANmu, karena akan menjadi KARAKTERmu. 

Hati-hati dengan KARAKTERmu, karena akan menjadi TAKDIRmu. 

Jika tidak Hati-hati TAKDIRmu berakhir menyedihkan...

by. Matahari Jingga Utami


Salam manis dari masalahmu,


Be Wise, Please!

Bismillahirrahhmanirrahiimm..


Dipikir2 bisa jadi fakta ya, wanita jika sedang ada masalah, menderita, bete, tersakiti, kondisi sakit atau patah hati rasanya semua orang dan alam semesta juga harus tahu..heuuu.. apalagi kalo ada masalah, sensinya naudzubillah.. :)

Plus kalau melakukan kesalahan pada pasangan, terkadang justru memutarbalik keadaan seolah-olah dia menjadi korban dan menuntut agar si prianya dibuat mengaku salah dan meminta maaf.. nah loh.. hahaha .. *pengalaman pribadi**
(Dalam konteks saya, hanya pada masalah yang disebabkan wanita itu sendiri)

Juga wanita jadi tidak berpikiran maju dan sedikit kekanakkan jika sedang ada masalah baru, lalu terus-menerus mengungkit masalah lama, membangkit andil paling besarnya jasa, dan paling merasa perduli dan perhatian.

Gk lama kemudian sudah sesak dalam hati **bermain perasaan**, wanita pun mulai menitikkan airmata..

Hmm.. Tangisan bukanlah cara cantik menyelesaikan masalah tetapi semakin memperkeruh masalah. Suatu saat masalah itu datang lagi karna belum sama sekali terpecahkan. Hadapi dengan hati yang tegar, sabar, bicara dari hati ke hati, ungkapkan segala kesakitanmu padanya, dengarkan pula apa rasanya, saling memberi pengertian, selesaikan dengan tenang...

**bicara itu mudah katamu, kataku aku pernah mengalaminya**
Kita sebagai wanita harus menyadari dan mengakui kesalahan yang kita perbuat sendiri. Dewasa dengan menghadapinya tanpa tangisan yang dengan tangisan meminta simpati dan melemahdayakan priamu..

Wanita dengan multi perannya sebagai istri :
harus bisa membagi peran sebagai ibu rumah tangga yang baik, koki yang hebat, sahabat yang setia mendengar dan perduli, ibu yang penyanyang dan pengasih, ayah yang menguatkan kala futur semangat, teman wanita penghibur kala lelah dan sedih, adik yang mau dididik dan dibimbing, juga kekasih yang penuh dengan cinta..

Be wise dalam permasalahanmu!

Tenang yang, aku gak berisik kok kalo marah, paling-paling piring melayang..haha

Dedicated for my Lovely Hubby.,

Thanks udah terus konsisten saling memahami dalam segala perbedaan diantara kita..

Salam romansa,
Depok, 25 Januari 2017




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Simple I am

Foto saya
Kamu bisa mengenalku dari setiap senyum yang kuberikan karena menurut sahabatku, aku wanita yang mudah tersenyum, seorang wanita biasa dan sederhana, yang selalu ingin memperbaiki diri dan berkembang menjadi manusia lebih berguna untuk sesama. ~Khairunnas anfa'uhum linnas..~
 

Ruang Utami™ Design by Insight © 2009