Jika mendengar dua kata tersebut tentu
bayangan kita mengingatkan pada lagu yang popular oleh Nika Costa... My First
Love.
Hari ini, menjelang senja, 05122011.
“Bu, siapa first love ibu?”, tanya beberapa
siswa.
“Ibu dan ayah..”, jawabku sambil senyum.
“Loh qo bukan orang yang ibu suka?”
“Mereka ibu suka, sangat suka dan lebih
daripada suka.. Ibu cinta”.
Beberapa dari mereka langsung heboh
menyalahkan serta ribut mengolok-olok
teman dengan first love yang menandakan jatuh cinta atau kekasih pertama...
Mereka dan umumnya orang mengartikan
‘first love’ adalah s o m e o n e yang telah membuat hati kita bergetar,
dag-dig-dug tak karuan, panas dingin bila dalam jarak berdekatan serta tergugup
hebat saat bertatapan dengannya. Dengan nama lain, prosesi jatuh cinta untuk
pertama kalinya dalam hidup,
itulah f i r s t l o v e....
itulah f i r s t l o v e....
Iya, saya paham betul pengertian itu sedari
dulu dan sempat pernah menjadi korban first love pria-pria konyol yang
mengirimi saya surat merah jambu..
Back to topic,
“Lalu siapa first love ibu? Orang yang ibu
suka dari lawan jenis ibu?”, desak mereka.
Saya tidak menjawabnya, saya hanya tersenyum
dan berlalu....
Membuat mereka kecewa bertanya-tanya.
Karena hal itu adalah kisah lama....
First love saya adalah lelaki sahabat saya
sewaktu kelas 1 SMA yang membuat sahabat sekitar selalu tertawa bila berkumpul
dengannya.. Dari dulu hingga sekarang tipe pria humoris dan intelek adalah
prioritas saya untuk bisa menjatuhkan hati... Lelaki itu yang sekarang menjadi
dokter dan pendiri sekolah. Lelaki yang masih bersahabat dan menghargai
perasaan saya hingga saat ini... J
Pun, saya adalah korban first love seorang
pria yang saat ini ‘serius’ dengan saya. First love yang ia simpan
bertahun-tahun lamanya, mengendap di dasar hatinya.
“Bagaimana rasanya mendapatkan seorang fisrt
love?”, tanyaku pada priaku hari ini melalui pesan singkat setelah mendapat
pertanyaan first love dari siswa. –sms-
“Sulit dijelaskan kebahagiaannya. Hanya ingin
mendekapmu, supaya kamu tahu rasanya.”, jawab priaku saat ini. -sms-
Tetapi untuk saat ini, saya hanya ingin
merubah mind set anak-anak untuk tidak memikirkan jauh-jauh tentang cinta
umumnya layak anak dewasa. Saya hanya ingin mengarahkan pada mereka bahwa
betapa cinta itu adalah universal, tidak hanya untuk lawan jenis. Cinta itu banyak,
ada di sekitar kita tanpa kita sadari keberadaannya. Dan keberadaan cinta yang
paling dekat namun kita sering lupakan adalah cinta kita pada ibu dan ayah.
Bagaimana kita harusnya berterimakasih pada
ibu juga ayah yang senantiasa menghibahkan segala cintanya pada kita. Setiap
hari, jam, menit dan detik. Tiada batas waktu, sampai kapanpun. Dalam keadaan
musim panas, dingin, keadaan kesulitan ataupun kebahagiaan mereka senantiasa tiada
pernah lelah menjaga , menemani, mengayomi, membesarkan serta memberi jaminan kenyamanan
hidup untuk kita. Jadi, alangkah tepatnya bila seharusnya jatuh cinta pertama,
kita mengalamatkannya pada sosok ibu dan ayah kita yang berada di rumah.
Wanita cantik, lembut, dan sabar itu adalah
ibu... Ibuku juga ibumu...
Terimakasih ibu, engkau wanita hebat sejagat!
Lelaki tangguh, ganteng dan tegas itu adalah
ayah. Ayahku juga ayahmu..
Terimakasih ayah.. engkau pria kuat dan hebat
sealam!
We love you always.
May Allah always loves and protects you!
Ruang Utami, 05122012.
22.00WIB. ˆ⌣ˆ ❀
Repost from my lost blog...
Mampang, 20 Februari 2017
Salam cintah pertamaahhh,







Tidak ada komentar:
Posting Komentar