Senin, 20 Februari 2017

My First Love

Jika mendengar dua kata tersebut tentu bayangan kita mengingatkan pada lagu yang popular oleh Nika Costa... My First Love.

Hari ini, menjelang senja, 05122011.
“Bu, siapa first love ibu?”, tanya beberapa siswa.
“Ibu dan ayah..”, jawabku sambil senyum.
“Loh qo bukan orang yang ibu suka?”
“Mereka ibu suka, sangat suka dan lebih daripada suka.. Ibu cinta”.

Beberapa dari mereka langsung heboh menyalahkan serta  ribut mengolok-olok teman dengan first love yang menandakan jatuh cinta atau kekasih pertama...
Mereka dan umumnya orang mengartikan ‘first love’ adalah s o m e o n e yang telah membuat hati kita bergetar, dag-dig-dug tak karuan, panas dingin bila dalam jarak berdekatan serta tergugup hebat saat bertatapan dengannya. Dengan nama lain, prosesi jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam hidup,
itulah f i r s t l o v e....


Iya, saya paham betul pengertian itu sedari dulu dan sempat pernah menjadi korban first love pria-pria konyol yang mengirimi saya surat merah jambu..

Back to topic,
“Lalu siapa first love ibu? Orang yang ibu suka dari lawan jenis ibu?”, desak mereka.
Saya tidak menjawabnya, saya hanya tersenyum dan berlalu....
Membuat mereka kecewa bertanya-tanya.

Karena hal itu adalah kisah lama....

First love saya adalah lelaki sahabat saya sewaktu kelas 1 SMA yang membuat sahabat sekitar selalu tertawa bila berkumpul dengannya.. Dari dulu hingga sekarang tipe pria humoris dan intelek adalah prioritas saya untuk bisa menjatuhkan hati... Lelaki itu yang sekarang menjadi dokter dan pendiri sekolah. Lelaki yang masih bersahabat dan menghargai perasaan saya hingga saat ini... J

Pun, saya adalah korban first love seorang pria yang saat ini ‘serius’ dengan saya. First love yang ia simpan bertahun-tahun lamanya, mengendap di dasar hatinya.
“Bagaimana rasanya mendapatkan seorang fisrt love?”, tanyaku pada priaku hari ini melalui pesan singkat setelah mendapat pertanyaan first love dari siswa. –sms-
“Sulit dijelaskan kebahagiaannya. Hanya ingin mendekapmu, supaya kamu tahu rasanya.”, jawab priaku saat ini. -sms-

Tetapi untuk saat ini, saya hanya ingin merubah mind set anak-anak untuk tidak memikirkan jauh-jauh tentang cinta umumnya layak anak dewasa. Saya hanya ingin mengarahkan pada mereka bahwa betapa cinta itu adalah universal, tidak hanya untuk lawan jenis. Cinta itu banyak, ada di sekitar kita tanpa kita sadari keberadaannya. Dan keberadaan cinta yang paling dekat namun kita sering lupakan adalah cinta kita pada ibu dan ayah.
Bagaimana kita harusnya berterimakasih pada ibu juga ayah yang senantiasa menghibahkan segala cintanya pada kita. Setiap hari, jam, menit dan detik. Tiada batas waktu, sampai kapanpun. Dalam keadaan musim panas, dingin, keadaan kesulitan ataupun kebahagiaan mereka senantiasa tiada pernah lelah menjaga , menemani, mengayomi, membesarkan serta memberi jaminan kenyamanan hidup untuk kita. Jadi, alangkah tepatnya bila seharusnya jatuh cinta pertama, kita mengalamatkannya pada sosok ibu dan ayah kita yang berada di rumah. 

Wanita cantik, lembut, dan sabar itu adalah ibu... Ibuku juga ibumu...
Terimakasih ibu, engkau wanita hebat sejagat!

Lelaki tangguh, ganteng dan tegas itu adalah ayah. Ayahku juga ayahmu..
Terimakasih ayah.. engkau pria kuat dan hebat sealam!

We love you always.
May Allah always loves and protects you!
Ruang Utami, 05122012.

 22.00WIB. ˆˆ


Repost from my lost blog...
Mampang, 20 Februari 2017

Salam cintah pertamaahhh,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Simple I am

Foto saya
Kamu bisa mengenalku dari setiap senyum yang kuberikan karena menurut sahabatku, aku wanita yang mudah tersenyum, seorang wanita biasa dan sederhana, yang selalu ingin memperbaiki diri dan berkembang menjadi manusia lebih berguna untuk sesama. ~Khairunnas anfa'uhum linnas..~
 

Ruang Utami™ Design by Insight © 2009