Senin, 20 Februari 2017

Senarai Hati Jingga

Sejenak manjakan hati,

Melepas bebas dari segala kepenatan, problems, dan kebosanan.
Ternyata hidup bukan hanya bagaimana cara mengatasi masalah bahkan sekedar berlari-lari dari kepenatan, mencari jeda mengambil nafas serta melepas tawa dari kebosanan, karena sejatinya masalah ialah tiada terputus dan berkesudahan. Berakhirnya ia  adalah awal kedatangannya yang baru.

Tetapi hidup adalah bagaimana mengelola hati, mengelola diri untuk meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja, selama doa dan usaha terus tertiti tiada henti...



Tersenyum saat penat menusuk-nusuk seluruh waktu, membesar-besarkan hati saat keadaan serba menghimpit sempit-sempitnya akalmu. Yakin Allah bersamamu, melihat usaha-usahamu, mendengar luruh doa-doamu, dan yakin Allah akan memudahkan urusanmu...

Mari sejenak manjakan diri, manjakan hati,
beri kepercayaan pada si hati, bahwa  “Everythings will be okay!”

Neva give up, Ut! \(^o^)/

Senarai Hati Jingga
Mampang, 20 Februari 2017
Ruang Utami, 19.35 WIB

Salam super untuk hati yang tangguh,


My First Love

Jika mendengar dua kata tersebut tentu bayangan kita mengingatkan pada lagu yang popular oleh Nika Costa... My First Love.

Hari ini, menjelang senja, 05122011.
“Bu, siapa first love ibu?”, tanya beberapa siswa.
“Ibu dan ayah..”, jawabku sambil senyum.
“Loh qo bukan orang yang ibu suka?”
“Mereka ibu suka, sangat suka dan lebih daripada suka.. Ibu cinta”.

Beberapa dari mereka langsung heboh menyalahkan serta  ribut mengolok-olok teman dengan first love yang menandakan jatuh cinta atau kekasih pertama...
Mereka dan umumnya orang mengartikan ‘first love’ adalah s o m e o n e yang telah membuat hati kita bergetar, dag-dig-dug tak karuan, panas dingin bila dalam jarak berdekatan serta tergugup hebat saat bertatapan dengannya. Dengan nama lain, prosesi jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam hidup,
itulah f i r s t l o v e....


Iya, saya paham betul pengertian itu sedari dulu dan sempat pernah menjadi korban first love pria-pria konyol yang mengirimi saya surat merah jambu..

Back to topic,
“Lalu siapa first love ibu? Orang yang ibu suka dari lawan jenis ibu?”, desak mereka.
Saya tidak menjawabnya, saya hanya tersenyum dan berlalu....
Membuat mereka kecewa bertanya-tanya.

Karena hal itu adalah kisah lama....

First love saya adalah lelaki sahabat saya sewaktu kelas 1 SMA yang membuat sahabat sekitar selalu tertawa bila berkumpul dengannya.. Dari dulu hingga sekarang tipe pria humoris dan intelek adalah prioritas saya untuk bisa menjatuhkan hati... Lelaki itu yang sekarang menjadi dokter dan pendiri sekolah. Lelaki yang masih bersahabat dan menghargai perasaan saya hingga saat ini... J

Pun, saya adalah korban first love seorang pria yang saat ini ‘serius’ dengan saya. First love yang ia simpan bertahun-tahun lamanya, mengendap di dasar hatinya.
“Bagaimana rasanya mendapatkan seorang fisrt love?”, tanyaku pada priaku hari ini melalui pesan singkat setelah mendapat pertanyaan first love dari siswa. –sms-
“Sulit dijelaskan kebahagiaannya. Hanya ingin mendekapmu, supaya kamu tahu rasanya.”, jawab priaku saat ini. -sms-

Tetapi untuk saat ini, saya hanya ingin merubah mind set anak-anak untuk tidak memikirkan jauh-jauh tentang cinta umumnya layak anak dewasa. Saya hanya ingin mengarahkan pada mereka bahwa betapa cinta itu adalah universal, tidak hanya untuk lawan jenis. Cinta itu banyak, ada di sekitar kita tanpa kita sadari keberadaannya. Dan keberadaan cinta yang paling dekat namun kita sering lupakan adalah cinta kita pada ibu dan ayah.
Bagaimana kita harusnya berterimakasih pada ibu juga ayah yang senantiasa menghibahkan segala cintanya pada kita. Setiap hari, jam, menit dan detik. Tiada batas waktu, sampai kapanpun. Dalam keadaan musim panas, dingin, keadaan kesulitan ataupun kebahagiaan mereka senantiasa tiada pernah lelah menjaga , menemani, mengayomi, membesarkan serta memberi jaminan kenyamanan hidup untuk kita. Jadi, alangkah tepatnya bila seharusnya jatuh cinta pertama, kita mengalamatkannya pada sosok ibu dan ayah kita yang berada di rumah. 

Wanita cantik, lembut, dan sabar itu adalah ibu... Ibuku juga ibumu...
Terimakasih ibu, engkau wanita hebat sejagat!

Lelaki tangguh, ganteng dan tegas itu adalah ayah. Ayahku juga ayahmu..
Terimakasih ayah.. engkau pria kuat dan hebat sealam!

We love you always.
May Allah always loves and protects you!
Ruang Utami, 05122012.

 22.00WIB. ˆˆ


Repost from my lost blog...
Mampang, 20 Februari 2017

Salam cintah pertamaahhh,

Minggu, 19 Februari 2017

Lelaki Itu, Akhirnya...

Sebelumnya aku ucapkan terimakasih banyak kepada suamiku yang telah mengijinkan aku (kedua kalinya) untuk memposting kisah ini...
Ku repost tulisanku ini dari salah satu blogku yang hilang. Ternyata beberapa file artikelku rapi tersimpan dalam netbookku… ^___^


Kamis, 24 November 2011.

Tepat pukul 15.34Wib, aku mengambil posisi duduk di pojok angkutan kota Krukut-Pondok Labu.
Ku melirik jam tangan, memastikan waktu bahwa aku tidak akan telat datang ke suatu tempat ku harus mengajar sore di daerah pinggir kota Jakarta Selatan. Dering sms pun berbunyi, tertuliskan pesan permintaan darurat harus segera sampai. 
Ku pandangi jam tangan sekali lagi lalu kulepas dan kumasukkan ke dalam tempat pensil, "keburu qo..". Ku letakkan kembali, lalu menutup tas.
 Tiba-tiba refleks mataku tertuju pada seorang lelaki yang melintas di depanku (posisi belakang mobil angkutanku). Ternyata dia masuk mobil yang sama denganku. Dan sekali lagi, ternyata....

Allah saat itu mengabulkan doaku...
Doaku setahun lalu,
Untuk aku dipertemukan lagi dengannya.

Lelaki itu, akhirnya...

 -------------------------------------------------------------------------------------------------
 6 tahun lalu,
Setiap hari selama kurun waktu 4 tahun, aku dan dia berada pada 1 bus yang sama Mayasari AC 84 jurusan Depok-Rawamangun. Keluar dari bus kami pun menumpangi angkutan kota (angkot)  yang sama lagi, Depok-Parung. Hampir setiap hari bersamaan.
Seperti biasa, aku adalah salah satu perempuan yang memiliki sifat cuek (naudzubillah kata teman mah) yang pernah ada. Kalo gk kenal banget bisa gk senyum sama sekali, gk mau lihat orang lama-lama.

Pun begitu tingkahku di bus. Wanita selalu mendapatkan tempat duduk dalam bus kota (kalau gk dapet duduk pun bisa jadi duduk atas rasa sadarnya lelaki yang menawarkan tempat duduk kepada wanita, 2 jam lebih perjalanan membuat wanita tampak payah jika harus berdiri), dan aku selalu dan pasti tertidur pulas dalam bus.
Jika tidak, aku berdiri selama perjalanan dan berbicara keras-keras seperti toa jika kebetulan pulang bersama konde mayong... Seperti bus isinya cuma kami berdua. Rame berdua, berisik berdua.
Aku sering berpapasan dengan lelaki itu dalam bus, aku duduk dia berdiri di depanku, dan aku selalu cuek dan selalu bisa tidur dalam keadaan apapun..hee
Aku adalah perempuan yang cepat akrab dengan siapapun, supel begitu sahabatku bilang. Tapi ntah untuk lelaki ini aku takut sekali menyapanya (sering aku yang membuka pembicaraan dengan siapapun, mungkin itu adalah keahlianku, menghangatkan suasana, membuka pembicaraan.). Ntahlah, aku tak berani. Mungkin dia pun sama, karna setiap berpapasan dengannnya, aku tak pernah sedikipun menyunggingkan senyum. Flat.
Maka, habislah 4 tahun itu aku tak pernah kenal siapa lelaki itu, sekedar mengetahui siapa namanya, ia mengambil jurusan apa dan rumahnya di Depok mana aku tak tahu. Seperti tak ada ruang untuk bersahabat dengannya. Tidak seperti teman-teman yang lain yang akrab denganku dari hasil berkenalan di bus baik lelaki ataupun perempuan. Namanya teman seperjalanan.

Aku yakin, dia ingat betul aku.

Lulus Juni, aku tak pernah melihatnya lagi.
Setahun kemudian. Saat aku dipanggil interview dan microteaching di sekolah A, aku bertemu dengannya, ternyata dia sudah menjadi guru di sekolah A tsb. Kami berpas-pasan di lantai 2. Seperti biasa aku hanya (berlagak) cool, gk senyum, dan dia mengamatiku. Saat itu dalam pikiranku, “Eh, dia kan yang 1 bus. Inget gk ya?” mungkin keraguan lelaki itu ingat atau tidak padaku, membuatku urung untuk bertegur sapa. Takut malu kalau salah. Mungkin dalam pikiran lelaki itu pun sama. Tapi dari sini aku merasa bersalah sekali. Sering bertemu tetapi aku selalu menunjukkan wajah tak ramah. Aku berdoa setelah pulang, Ya Allah, kayaknya saya salah tidak pernah menyapanya dan tak ramah. Semoga di lain hari ada kesempatan bertemu bisa menjadi lebih ramah dengannya.

Tetapi akhirnya aku menandatangani kontrak menjadi guru di sekolah C.
Setahun berlalu....
Aku berada di sekolah M, sekolah adikku, aku ada keperluan dengan Kepala Sekolah M.
Aku melihat lelaki itu lagi. Apa dia guru adikku? Sebenarnya dia guru apa?
Bila melihatnya di kampus perkiraanku adalah dia mahasiswa sastra Arab didukung dengan penampilannya yang kalem dan sopan.

Akh ntahlah...

(Back to dalam angkot)

Aku tahu, aku sedang diamati lelaki itu.
Aku tahu apa yang sedang dipikirkan denganku pastinya sama.
Aku tahu, aku bingung bagaimana bertegur sapa.
Dan aku tahu, aku hanya ingin diam.
Angkot berhenti, lelaki itu turun. Angkotnya diam, mungkin menunggu penumpang yang dari kejauhan terlihat ingin menumpang angkotku.
Aku beranikan diri melihat lelaki itu.

Dan, lelaki itu akhirnya... tersenyum padaku, lalu menganggukkan kepalanya.

Aku kaget, tetapi aku berhasil menyempatkan diri membalas dengan anggukkan kepala dan senyuman. Dan akhirnya angkot berlalu.

Alhamdulillah, ternyata pertemuan dengannya merupakan salah satu doaku yang terkabul.
Alhamdulillah juga, akhirnya bisa membuka ruang “pertemanan” di antara kami walau tidak sepenuhnya benar berteman.
Sabtu esok, aku harus melakukan tes ujian di sekolahnya, sekolah adikku. Akankah bertemu lagi dengannya??? Semoga bisa menjadi sahabat. Satu almamater rasanya aneh tak saling berteman.



@Ruang Ceria, office. 25112011
Selamat Hari Guru Nasional.

Mari cerdaskan putra-putri Indonesia! \(^__^)/

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Repost menyemarakkan malam, mengumpulkan kenangan yang berserak,
Mampang, 20 Februari 2017

Salam hangat,




Kamis, 16 Februari 2017

Love Easy Death



Love is easy death
though poison doesn’t contaminate your heart,
If you behave your love as a pendulum,
Your love’ll swing like repetedly everafter…

                                                                           --by  MJU-- 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Simple I am

Foto saya
Kamu bisa mengenalku dari setiap senyum yang kuberikan karena menurut sahabatku, aku wanita yang mudah tersenyum, seorang wanita biasa dan sederhana, yang selalu ingin memperbaiki diri dan berkembang menjadi manusia lebih berguna untuk sesama. ~Khairunnas anfa'uhum linnas..~
 

Ruang Utami™ Design by Insight © 2009