HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan
bulan Juni
Dirahasiakannya
rintik rindunya
Kepada
pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan
bulan Juni
Dihapuskannya
jejak-jejak kakinya
Yang
ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan
bulan Juni
Dibiarkannya
yang tak terucapkan
Diserap
akar pohon bunga itu...
-Sapardi Djoko Damono-
--------------------------------------------
Cerita malam di awal bulan Juni,
Dua hari berturut aku menghasilkan karya seni, pameran pajangan 2 jaket dan 2 pasang sepatu, bertengger manis di tepi jemuran.heuu
Menerabas derasnya hujan, dengan kacamataku yang berembun, dengan mantelku yang sobek, dengan dzikir, dengan gubahan lagu blackpink versiku, dengan modal sen kanan sen kiri jalan alon-alon, dan dengan niat ingin sampai 'rumah' lebih cepat bertemu s e s e o r a n g yang pulang ke 'rumah yang sama' namun pakaiannya kering kerontang... Ya! Gap cuaca! Sedangkan aku, dingin basah!
Namun hari ini aku mengkapokkan diri untuk membasahi diri sendiri. Bagaimana mungkin aku bisa berkarya lagi hari ini, sedangkan IA bermurah hati memberikan hari yang begitu cerah pada makhlukNYA... (^_^)
Juniku, bersahabat ya.. Temaniku menjalani masamu dengan bahagia dan diselimuti keberkahan. Ajak aku melihat indahnya hujan di masamu, hujan di bulan Juni...








Tidak ada komentar:
Posting Komentar